Headline News
Renungan Paskah: Amanat untuk Hidup Bermartabat
Oleh : I Suharyo
Rasanya sangat sedih ketika beberapa waktu lalu, dalam rangka refleksi hari lahir Pancasila, saya membaca rumusan Pancasila yang dipelesetkan. Bunyinya: (1) Keuangan yang mahakuasa; (2) Kemanusiaan yang jahil dan biadab; (3) Persatuan hedonesia; (4) Kekuasaan yang dipimpin oleh nafsu mencari jabatan demi kelompok dan kroni; dan (5) Keadilan bagi yang berkuasa dan membayar.
Namun, akhirnya saya sampai kepada kesimpulan, yang menulis pastilah tidak bermaksud melecehkan Pancasila. Sebagai warga negara yang mencintai bangsanya, ia hanya ingin mengungkapkan kegundahan tentang keadaan bangsa yang, menurut penilaiannya, tata nilai dan kesadaran moralnya terjungkir balik.
Kegundahan itu tidak tanpa alasan kalau kita baca judul-judul berita yang sehari-hari muncul di media massa, seperti ”Elite Politik Tunjukkan Kepalsuan” (Kompas, 2/4/2012, halaman 4). Penelitian pun sampai pada kesimpulan bahwa kebijakan publik dipertanyakan bahkan tidak dipercaya (idem, halaman 5).
Dalam situasi seperti itulah umat Kristiani merayakan Paskah. Lilin Paskah yang dinyalakan dengan api baru selalu diberi tulisan tahun ketika Paskah itu dirayakan. Pesannya: perayaan Paskah mempunyai makna, khususnya pada tahun ketika Paskah itu dirayakan.
Khasanah Iman (2): ARTI TANDA SALIB
Dalam bahasa Indonesia kita merumuskan "Dalam Nama Bapa, Putera dan Roh Kudus." Dalam bhs. Latin: "In Nomine Patris, Filii, et Spiritus Sancti. Dalam bahasa Yunani diambil dari perintah Yesus untuk membabtis semua bangsa : , (baca: eis to onoma tou Patros kai tou Huiou kai tou Hagiou Pneumatos)," (Mt.28;19). Kata Yunani "eis" berarti "dalam" (into, ingg.). Rumusan Allah Tritunggal yang kita kenal dalam doa kita sebagai tanda Salib merupakan rumusan baptis. Sakramen baptis yang tidak menggunakan rumusan itu dianggap tidak sah sebagai pembaptisan kristiani. Konsekuensinya, gereja-gereja lain yang menggunakan rumusan selain itu tidak dianggap sah oleh Gereja Katolik.
Oleh karena itu, rumusan tanda Salib bukan hal sepele dalam perkara iman Kristiani, tetapi merupakan fondasi iman kita. Maka tanda Salib sebagai ungkapan melibatkan Tuhan yang kita imani sebagai Bapa, Putera dan Roh Kudus. Dan Salib sendiri adalah ungkapan kasih Allah yang mengatasi segala kerapuhan manusia termasuk maut. Merilah menghayati penyebutan Allah Tritunggal dalam tanda Salib sebagai doa dan ungkapan iman agar Allah dilibatkan dalam segala hidup kita.
Jadi rumusan yang tepat bukan "Demi......" atau "Atas......" tetapi "Dalam Nama .....", mau mengungkapkan hidup baru dalam pengenalan akan Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus yang diperkenalkan oleh Kristus, seperti ada dalam bahasa Paulus: mengenakan manusia baru, dalam Kristus sebagai Adam Baru.
Selamat menyambut misteri Allah Tritunggal dalam Hari Raya Paskah mendatang!
Kamis, 22 Maret 2012. By mytn
Oleh : A. M. Lilik Agung
News
Jika anda memiliki komitmen untuk berkarya di Wisma SY, bergabunglah dalam Tim TI Wisma SY !
Dapatkan CD Lagu Rohani
Romo Yu juga seorang musisi dan pencipta lagu loh! Dan sudah beberapa album yang dibuat. Nah ini 2 album terbaru yang berisi lagu-lagu Romo dan Vokalis dari teman-teman kita di PMKAJ.

LINK
Konferensi Wali Gereja Indonesia
Provinsiat Serikat Jesus Indonesia







